Bermimpi bertemu orangutan di habitat aslinya? Atau ingin menyusuri hutan tropis yang masih alami? Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah adalah jawabannya. Meski berada jauh dari hiruk pikuk kota besar, perjalanan menuju surga alam ini justru menjadi bagian paling seru dari petualangan.
Terbang ke Pangkalan Bun
Perjalanan ke Tanjung Puting biasanya dimulai dari udara. Tujuan pertama adalah Kota Pangkalan Bun, yang dilayani oleh Bandara Iskandar. Dari Jakarta, penerbangan hanya memakan waktu sekitar satu jam lebih sedikit. Beberapa kota besar lain seperti Surabaya dan Semarang juga memiliki rute langsung.
Begitu mendarat, suasana sudah terasa berbeda. Udara lebih hangat, kota lebih tenang, dan petualangan terasa semakin dekat.

Menuju Pelabuhan Kumai
Dari bandara, perjalanan dilanjutkan dengan mobil menuju Pelabuhan Pangkalan Bun, sekitar 15-20 menit. Inilah gerbang utama menuju Taman Nasional Tanjung Puting. Di pelabuhan ini, wisatawan akan naik perahu kayu tradisional yang disebut klotok – transportasi khas yang akan membawa Anda menyusuri sungai dan hutan.
Menyusuri Sungai dengan Klotok
Inilah bagian paling ikonik dari perjalanan: berlayar perlahan di atas Sungai Kumai dan Sungai Sekonyer. Air sungai yang berwarna gelap, pepohonan rimbun di kanan-kiri, serta suara alam yang menggantikan kebisingan kota menciptakan suasana damai yang sulit dilupakan.
Perjalanan dengan klotok menuju kawasan taman nasional biasanya memakan waktu 2-3 jam. Sepanjang perjalanan, bukan hal aneh jika Anda melihat burung-burung langka, bekantan, atau bahkan buaya yang berjemur di tepi sungai.

Berhenti di Titik-Titik Ikonik
Di dalam kawasan taman nasional, klotok akan berhenti di beberapa lokasi terkenal:
- Tanjung Harapan – pusat informasi dan tempat pengamatan orangutan
- Pondok Tanggui – lokasi rehabilitasi orangutan
- Camp Leakey – pusat rehabilitasi legendaris yang dikenal hingga mancanegara
Di sinilah momen paling dinanti terjadi: melihat orangutan dari dekat di habitat alaminya.
Menginap di Atas Sungai
Perjalanan yang Mengubah Cara Pandang
Menuju Tanjung Puting bukan sekadar soal sampai di tujuan. Setiap tahap perjalanan terbang ke kota kecil, naik mobil ke pelabuhan, lalu berlayar menyusuri sungai mengajarkan kita tentang kesabaran, keindahan alam, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Tanjung Puting bukan destinasi instan. Namun justru di situlah pesonanya: sebuah perjalanan pelan menuju salah satu harta alam terbesar Indonesia. Jika Anda mencari wisata yang bukan hanya indah, tetapi juga bermakna, maka perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting adalah awal yang sempurna.

